Hukum Dalam Berbisnis On Line


Berbisnis merupakan aktivitas yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Bahkan, Rasulullah SAW sendiri pun telah menyatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah melalui pintu berdagang (al-hadits). Artinya, melalui jalan perdagangan inilah, pintu-pintu rezeki akan dapat dibuka sehingga karunia Allah terpancar daripadanya. Jual beli merupakan sesuatu yang diperbolehkan


"orang-orang yang Makan (mengambil) riba[174] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[175]. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu[176] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS 2 : 275),

dengan catatan selama dilakukan dengan benar sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.

Dalil di atas dimaksudkan untuk transaksi offline. Sekarang bagaimana dengan transaksi online di akhirzaman ini? Kalau kita bicara tentang bisnis online, banyak sekali macam dan jenisnya. Namun demikian secara garis besar bisa di artikan sebagai jual beli barang dan jasa melalui media elektronik, khususnya melalui internet atau secara online. Bisnis online sama seperti bisnis offline. Ada yang halal ada yang haram, ada yang legal ada yang ilegal. Hukum dasar bisnis online sama seperti akad jual beli dan akad as-salam, ini diperbolehkan dalam Islam. 

Ketika kita terjun ke bisnis online, banyak sekali godaan dan tantangan bagaimana kita harus berbisnis sesuai dengan koridor Islam. Maka dari itu kita harus lebih berhati-hati. Jangan karena ingin mendapat dolar yang banyak lalu menghalalkan segala macam cara. Selama kita berbisnis online sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan bermanfaat bagi orang lain, insya Alloh uang yang didapat akan berkah.
Bisnis Online adalah bisnis yang dilakukan dengan penyebaran, pembelian, penjualan dan pemasaran atras barang dan jasa melalui sistem ewlektronik seperti internet atau jaringan computer lainnya. Di Negara Indonesia merupakan negara terbanyak yang menggunakan internet. Hal ini bisa memberikan peluang yang amat besar kepada meraka yang ingin menjalankan bisnis secara online.  Walau demikian, bukan berarti Anda bebas menjalankan perniagaan sesuka hati. Berbagai batasan yang berlaku dalam syariat tetap harus Anda indahkan, agar perniagaan online Anda sejalan dengan syariat Allah ‘Azza wa Jalla. Karena itu, saya mengajak Anda untuk mengenal berbagai batasan dalam berniaga secara online. Ada bebrapa hal yang harus diperhatikan ketika Anda hendak akan menjalankan bisnis online  diantaranya adalah :
1.      Produk yang ditawarkan harus produk yang halal
Kewajiban menjaga hukum halal-haram dalam objek perniagaan tetap berlaku, termasuk dalam perniagaan secara online, mengingat Islam mengharamkan hasil perniagaan barang atau layanan jasa yang haram, sebagaimana ditegaskan dalam hadis: “Sesungguhnya bila Allah telah mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu, pasti Ia mengharamkan pula hasil penjualannya.” (HR Ahmad, dan lainnya). Boleh jadi ketika berniaga secara online, rasa sungkan atau segan kepada orang lain sirna atau berkurang. Tapi Anda pasti menyadari bahwa Allah‘Azza wa Jalla tetap mencatat halal atau haram perniagaan Anda.
2.      Ada kejelasan status
Di antara poin penting yang harus Anda perhatikan dalam setiap perniagaan adalah kejelasan status Anda. Apakah sebagai pemilik, atau paling kurang sebagai perwakilan dari pemilik barang, sehingga berwenang menjual barang. Ataukah Anda hanya menawaran jasa pengadaan barang, dan atas jasa ini Anda mensyaratkan imbalan tertentu. Ataukah sekadar seorang pedagang yang tidak memiliki barang namun bisa mendatangkan barang yang Anda tawarkan.
3.      Kejujuran Anda
Menjalankan usaha online memang banyak sekali keunggulan dan kemudahannya. Namun hal ini juga tidak akan menutup kemungkinan Anda kandala menemui suatu masalah atau kendala. yang dimaksud kejujuran disini adalah Anda harus memberikan informasi yang benar - benar akurat terhadap kualitas dari barang. 
Alhamdulillah, akhirnya Allah berkenan mengembalikan saya ke PM lagi setelah berlama-lama absen dari peredaran. Setelah vakum sebulan lebih, kali ini saya hendak mengangkat review Majalah PM edisi 31 dengan topik utama "Halal Haram Bisnis Online" sebagai tulisan "come back" saya. Meskipun sudah dirilis sejak September 2012 lalu, namun kandungan edisi ini sangatlah sayang untuk dilewatkan begitu saja. Apalagi bagi Anda yang sudah atau hendak berkecimpung di dunia bisnis online.
Dengan review ini, saya berharap semoga pembaca situs PengusahaMuslim.com bakal lebih tertarik untuk mengetahui seluk beluk halal dan haram perdagangan online yang sudah dipaparkan oleh para kontributor Majalah PM.
Tulisan utama dari tema besar yang diangkat di edisi kali ini bisa kita temui pada halaman 21. Di situ ada Dr. Muhammad Arifin Badri yang sudah menanti para pembaca dengan karyanya yang berjudul "Berniaga Online yang Halal". Dalam tulisan sepanjang dua halaman ini, doktor lulusan Universitas Islam Madinah ini memaparkan beberapa batasan dalam berniaga secara online, yakni
(1) produk yang diperdagangkan harus halal,
 (2) kejelasan status penjual, dan
(3) kejujuran. 
Berbicara soal kejujuran, di halaman 8 ada tulisan berjudul "Berkah dari Kejujuran" yang dipersembahkan oleh Ustad Muhammad Abduh Tuasikal. Dalam rubrik Oase kali ini, Ustad yang sedang mengambil magister di bidang Polymer Engineering ini mengungkap tentang betapa pentingnya sifat jujur bagi para pedagang. Seperti biasa, pemaparan sang ustad selalu dihiasi dengan kisah-kisah yang terjadi pada masa Rasulullah. Sehabis membaca tulisan ini, penulis langsung merasa malu pada diri sendiri karena semasa hidupnya merasa sudah banyak melakukan hal-hal yang tidak selalu sesuai dengan sifat jujur yang sudah dianjurkan oleh Rasulullah sejak ribuan tahun yang lalu. Astaghfirullah ..... penulis mengajak para pembaca untuk menghayati isi artikel di rubrik Oase ini agar selamat sampai tujuan, tidak hanya dalam urusan perdagangan tapi juga urusan duniawi lainnya. 
Kalau sudah merasa bisa jujur, para pembaca saya anjurkan untuk melompat ke halaman 29. Di sana ada pembahasan yang komprehensif tentang sistem dropshipping, istilah yang sering kita dengar atau baca di dunia perdagangan online akhir-akhir ini. Melalui artikel berjudul "Dropshipping dan Alternatif Transaksinya yang Sesuai Syariat", Dr. Muhammad Arifin Badri mencoba untuk membujuk para pembaca untuk tidak ragu berbisnis dengan metode dropshipping asalkan syarat-syaratnya bisa dipenuhi. Syarat-syarat yang dimaksud beliau antara lain;
(1) jujur,
(2) jangan menjual barang yang tidak Anda miliki, dan
(3) hindari riba dan berbagai celahnya.

Bila ingin membaca versi lengkapnya, saya menganjurkan Anda untuk tidak segan membeli Majalah PM edisi 31 ini. Pun kalau belum ada niatan membeli, penulis mempersilahkan Anda untuk meminjamnya langsung kepada saya bila Anda tinggal di Gorontalo dan sekitarnya. 
Bagi Anda yang sudah terjun ke dunia perdagangan online, Anda pastinya tahu tentang Paypal. Sebuah layanan yang memungkinkan Anda dan jutaan orang lainnya dari hampir seluruh negara di dunia untuk bertransaksi secara online. Nah, di Majalah PM edisi 31 ini, ada tulisan berjudul "Zakat Uang Paypal" di halaman 40 dari Muhammad Yassir, LC.
Demikianlah penjelasan mengenai hukum menjalankan bisnis online, dalam agama islam tidak mengharamkan bisnis  selama kita tetap menjaga kepercayaan dari masing – masing pihak dan tetap menjalankan bisnis sesuai dengan syariat agama islam. Semoga dengan penjelasan di atas dapat memberikan manfaat kepada kita semua.

Sumber : pengusahamuslim.com

Era Islam Indonesia Dihancurkan

 
Sertifikat halal MUI dipermasalahkan. Sertifikat pelacur diperjuangkan. Asrama haji diterlantarkan.
Asrama penjaja seks dibangunkan. Guru ngaji diteroriskan.  Germo prostitusi dimuliakan.
Berjanggut di-ISISkan.  Berbikini digalakkan. Pengajian dan dzikir Akbar diterlantarkan.
Perjudia dan konser musik dibebaskan.  Minuman keras dilegalkan. Suara azan keras dihinakan.
Akan kemana negeri 9 Wali diarahkan.  Oleh kaum minoritas yang sok jagoan.  Zaman Gusdur Gong Xi Fa Cai diresmikan.  Kini penghancuran Islam ditargetkan. Sayangnya umat susah disadarkan.
Terbiasa jadi Jongos dihinakan.  Pas Pemilu umat Islam diharamkan.  Pas Pilkada umat Islam digolputkan. 


Akankah kita diam saat Islam dimajinalkan?
Akankah kita berpangku tangan saat peran umat dipinggirkan? 


Kita berhadapan dengan mafia dunia yang diprogramkan.  Penjajahan baru dan Indonesia akan dihancurkan. Bangkit kawan segala hal persiapkan.
  Latihan militer jangan dilupakan.
Bangun kembali Hizbul Wathan yang dibanggakan.  Penjajahan ekonomi, penindasan minoritas, harus kita singkirkan.


By: Nandang Burhanudin  
 

PANTUN NASEHAT

Anak elang jatuh ke rawa
Ditolong oleh menjangan rusa
Kasih dan sayang orang tua
Selalu ada sepanjang masa

Hari rabu memetik kelapa
Airnya segar hilang dahaga
Hormati Ibu juga Bapak
Agar kelak masuk surga

Dari apa kue lemang
Dari ketan yang dipanggang
Waktu kecil kita ditimang
Ayah Ibu harus disayang

Bapak tani menanam tebu
Pembeli datang bertanya harga
Wahai ananda hormati Ibu
Karena Ibu jalan ke surga

Empek-empek ditambah cuka
Tak terbanding enaknya rasa
Coba lihat anak durhaka
Di dunia hidupnya tersiksa

Orang dahulu hidup di goa
Biawak hidup di dalam rawa
Turuti perintah orang tua
Tiap sholat tak lupa berdoa

Mana mungkin ada buaya
Coba lihat dengan cermat
Mana mungkin hidup bahagia
Jika pada orang tua tiada hormat
Bangau terbang iring-iringan
Terbang jauh satu kepakan
Al Quran adalah pegangan
Jangan pernah dilupakan

Tari piring tari saman
Tari lilin apinya berpijar
Al Quran adalah pedoman
Rajin-rajinlah ananda belajar

Mentari pagi sinarnya hangat
Berangkat kerja ke Pulau Rengat
Belajar haruslah semangat
Jangan tersalah pada niat

Kancil menulis di daun lontar
Ketika mentari telah bersinar
Belajar bukan sekedar pintar
Tapi menjadi pribadi benar

Memancing ikan diberi umpan
Agar datang si ikan toman
Ilmu ibarat kemudi sampan
Agar hidup di garis tujuan

Apa gunanya tumbuhan temu
Ramuan jamu dengan lengkuas
Bila hati dipenuhi ilmu
Jiwanya besar pikirannya luas

Ikan nila berpindah kolam
Mencari kawan namanya tiram
Jika ilmu semakin dalam
Jiwa berani hatinya tentram

Sungguh indah syair setanggi
Merangkai kata bagai hiasan
Ilmu itu harus tinggi
Jangan dunia sebagai batasan

Apa namanya kepala kereta
Namanya masinis bukan nakhoda
Apa tujuan ilmu kita
Tujuannya mengenal Sang Pencipta

Kolam penuh ikan sepat
Untuk dimasak di daun talas
Jika ingin ilmu manfaat
Cari guru yang tulus ikhlas

Elang terbang ke atas awan
Turun bangau badannya kumal
Bukan banyaknya pengetahuan
Ilmu adalah banyaknya amal

Ngengat mengejar kura-kura
Bertemu mereka di pelimbahan
Semangat bagai api membara
Tiada padam oleh godaan

Laut dalam tempat berenang
Tempat ikan bermain-main
Sehari seutas benang
Setahun menjadi sehelai kain

Lebah dipimpin seekor ratu
Mencari bunga dekat kencur
Air lembut menetes di batu
Lama-lama batupun hancur

Sepah tebu rasanya hambar
Bila dibakar pasti berkobar
Jika engkau terus bersabar
Ilmumu pasti akan lebar

Jangan tertipu dunia semu
Tinggal di dunia hanya sepagi
Jika engkau orang berilmu
Derajatmu pasti meninggi

Dari mana datangnya wahyu
Kepada Nabi wahyu turun
Dari mana datangnya ilmu
Dari belajar dengan tekun
Pergilah ke tengah taman
Menikmati bunga menawan
Carilah olehmu teman
Yang dapat dijadikan pedoman

Amat ternama bunga selasih
Bunga indah slalu berseri
Jika hatimu selalu bersih
Engkau akan dikelilingi kasih
 
Berburu ke bukit kapur
Bawa senjata panah sangkur
Jaga diri dari kufur
Niscaya hidup penuh syukur

Kulit harimau elok disamak
Untuk tidur dengan nyenyak
Jaga diri dari tamak
Niscaya temanmu akan banyak

Pasar baru ramai marak
Tangan bertepuk mulut bersorak
Jaga diri dari congkak
Agar hidup tak luluh lantak

Air tertampung dalam tangki
Siram bunga agar tak mati
Jaga diri dari iri dengki
Niscaya sentosa relung hati

Tanam keladi tanam talas
Bawah matahari cahaya panas
Jaga diri dari malas
Niscaya punya banyak emas

Jalan-jalan ke Kota Medan
Pulangnya bawa burung bayang
Jaga diri dari godaan
Niscaya diri bertemu kejayaan
Mari nanda memanjat kelapa
Hari panas sangat dahaga
Adat baik bertutur sapa
Sopan santun harus dijaga

Cahaya terang sang matahari
Lebih terang dari pelita
Pandai-pandai membawa diri
Orang sayang hiduppun bahagia

Kacang tanah rasanya gurih
Tapi pedas si buah pala
Bantu teman jangan berpamrih
Kepada Allah mengharap pahala

Dari mana kain batik
Dari pasar tanjung pinang
Jaga lisan berkata baik
Niscaya orang menjadi senang

Perih sekali tertancap ilalang
Sangat sakit susah hilang
Tajamnya kata bagai pedang
Sekali terluka tetap terkenang

Pergi ke Padang berjalan kaki
Jangan letih dipaksakan
Luka pedang dapat diobati
Luka hati susah disembuhkan

Emas perak tersimpan di rongga
Banyak yang suka mutiara
Berbuat baik kepada tetangga
Niscaya diri banyak saudara

Di manakah hidupnya ikan-ikan
Di laut dalam mereka berenang
Salahnya orang dimaafkan
Jiwa besar hatimu lapang
SHOLAT JUMAT

Bertemu teman mesti menyapa
Jika hujat terjadi kilat
Coba lihat jam berapa
Jam sebelas berangkat sholat

Jangan membuang air beras
Pada bunga kita siramkan
Ayo mandi lekas-lekas
Sholat Jumat akan ditegakan

Ayam diintai oleh rubah
Jamu pahit sedang diseduh
Jika khatib sedang khutbah
Simak ia jangan bergaduh

Pohon rindang banyak dahan
Jangan dahan dipatahkan
Hadapkan hati kepada Tuhan
Ayah dan Ibu engkau doakan

Di eropa hujan salju
Memang cuacanya sudah lain
Pulang sholat ganti baju
Makan dahulu barulah main

Pasar baru tempanya kain
Pergi ke sana beli satu
Silakan ananda pergi main
Jangan sampai lupa waktu

Ikan mabuk terkena tuba
Ambil ketika tuba mendera
Jika petang sudah tiba
Pulang ke rumah dengan segera

Membeli bawal dapat tenggiri
Karena pikiran tidak tertib
Segera mandi bersihkan diri
Lalu tunaikan sholat magrib

Tali kekang terikat kendur
Kudanya lari entah kemana
Bila malam segera tidur
Bergadang itu tiada guna

BERSYUKUR

Berkicau merdu burung tekukur
Kepakan sayap terbang kabur
Selalulah belajar bersyukur
Niscaya rezeki tambah subur

Tekukur turun memakan sepat
Anak kera membawa lepat
Jika syukur menjadi sifat
Segenap bahagia ananda dapat

Memetik padi bersisa masih
Sisa dipatuk si burung nuri
Syukur itu berterimakasih
kepada Tuhan Maha Pemberi

Jika padi dimakan tekukur
Jangan lempar dengan lumpur
Jika Nanda tiada bersyukur
Artinya hidup dalam kufur

Burung tekukur berlaksa-laksa
Merdu sekali bunyi kicaunya
Orang kufur mendapat siksa
Di akherat dan di dunia
 
Tunggu kabar tunggu berita
Kepada orang ditanyakan
Jangan bohong haramkan dusta
Apa yang benar engkau katakan

Hutan bakau menjadi taman
Agar pantai tiada hancur
Jika engkau ingin berteman
jauhkan dusta besarkan jujur

Makan di lepau naik pedati
Potong nilam pakai pisau
Jika engkau jujur hati
Hidup tentram jauhlah risau

Syahadat itu yang pertama
Mesti diresap sejiwa raga
Jujur itu landasan agama
Teguh dipegang sekuat tenaga

Puteri suka bunga petunia
Tanamnya di taman luas lega
Jangan mengharap pahala dunia
Jujur kita untuk ke surga

Terhampar luas bukit hijau
Hijau karena warna rumput
Dusta itu bagaikan ranjau
Membuat engkau jadi penakut

Sampan perahu mengejar kayak
Dari hulu tak kena-kena
Dusta itu bagaikan riak
Membuat hati gundah gulana

Matahari bercahaya silau
Anak negeri pergi merantau
Dusta itu bagaikan pisau
Membuat pikiran selalu risau

BEKERJA KERAS JANGAN MALAS

Ibu merenda adik main layang
Anak Melayu bermain gada
Wahai nanda yang kusayang
Dengarkan olehmu nasehat ayahanda

Air tajin menyiram talas
Membeli bumbu duitnya di laci
Hiduplah rajin jangan malas
Orang malas banyak yang benci

Tuan raja belajar menari
Ditemani para hulubalang
Hidup rajin bagaikan mentari
Kelak hidupmu akan cemerlang

Kucing hutan belang di kaki
Dipungut oleh anak petani
Rajin itu mengundang rezeki
Membuat mudah hidup ini

PENUTUP

Kereta berjalan di atas roda
Raja menghela memberi tanda
Dengarkanlah wahai ananda
Cukup-lah nasehat dari ayahanda

Bahtera berlayar ke Selat Sunda
Gelombangnya besar senantiasa
Turuti-lah nasehat ibunda
Kelak hidupmu makmur sentosa