Showing posts with label Manusia. Show all posts
Showing posts with label Manusia. Show all posts

Lubang Hidung Kanan dan Kiri Punya Fungsi Berbeda

Keajaiban Ciptaan Allah: Lubang Hidung Kanan dan Kiri Punya Fungsi Berbeda

Manusia diciptakan dengan dua lubang hidung kanan dan kiri yang lebih sering menghirup dan menghembuskan udara secara bersamaan. Tapi tahukah Anda bila lubang hidung kanan dan kiri memiliki fungsi berbeda?
Lubang hidung kanan dan kiri masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Menghembuskan napas dari masing-masing lubang pun memiliki khasiat penyembuhan yang berbeda.
Dilansir Sanatansociety, Selasa (30/11/2010) setiap lubang hidung ketika beroperasi secara independen dapat mempengaruhi kimia tubuh dengan cara yang berbeda. Ketika kedua lubang hidung bekerja secara bersamaan, kimia tubuh juga mengalami perubahan.

Lubang hidung kanan sering diibaratkan sebagai matahari yang memiliki karakter panas. Lubang hidung kanan berfungsi mengeluarkan udara panas dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan sekresi asam.
Lubang hidung kiri diibaratkan sebagai bulan yang mengeluarkan udara dingin. Menghembuskan udara dari lubang hidung kiri dapat meningkatkan pengeluaran alkali (basa).

Baik lubang hidung kanan dan kiri berhubungan dengan sisi berlawanan dari belahan otak dan lobus penciuman. Hidung berada dalam kontak langsung dengan hipotalamus melalui jalur dengan lobus pencium di otak. Hipotalamus adalah bagian dari sistem limbik, yang terkait dengan emosi dan motivasi.

Lubang hidung melalui proses respirasi dihubungkan dengan respons neuromotor dan dengan sistem saraf otonom. Respons neuromotor ini mempengaruhi belahan otak (hemisphere) dan juga aktivitas kimia otak, yang pada akhirnya mempengaruhi semua fungsi tubuh
Bernapas melalui lubang hidung kiri mempengaruhi aktivitas kortikal otak di sisi kanan, dan sebaliknya. Belahan otak kanan yang dipengaruhi oleh dominasi lubang hidung sebelah kiri, terkait dengan kemampuan emosional, visual, relaksasi dan kegiatan yang bersifat feminin.

Sedangkan belahan otak kiri, yang dirangsang oleh dominasi lubang hidung kanan, dihubungkan dengan kegiatan verbal, lebih energik dan rasional.
Fungsi masing-masing lubang hidung bisa dirasakan pada saat proses penyembuhan. Contoh masing-masing fungsi lubang hidung antara lain:

Bernapas dominan lubang hidung kanan
Meredakan sakit kepala
Dapat membantu menyembuhkan gangguan pencernaan kronis
Meringankan susah buang air besar (sembelit) dan susah makan

Bernapas dominan lubang hidung kiri
Dapat meredakan stres
Mengatasi kesulitan tidur (insomnia). Caranya, berbaring di sisi kanan dan bernapas dengan lubang hidung kiri (menurup lubang hidung kanan) selama 25 sampai 30 menit.


Semoga Bermanfaat!

Alasan Mengapa Hawa Tercipta Saat Adam Tidur

Alasan Mengapa Hawa Tercipta Saat Adam Tidur

Dalam berbagai riwayat diceritakan bahwa ketika Adam diciptakan oleh Allah dan ditempatkan di surga, dia merasa kesepian karena tidak ada kawan. Surga yang begitu luas hanya dia sendiri yang menghuninya. Karena itu Adam memohon kepada Allah agar diberikan seorang teman.

Ketika Adam sedang terlelap tidur, Allah mengambil 1 (satu) tulang rusuk Adam untuk menciptakan manusia lain sebagai teman bagi Adam. Hadirlah Hawa di samping Adam. Ada pertanyaan yang muncul kemudian. Mengapa Hawa yang tercipta dari tulung rusuk Adam ini diciptakan Allah ketika Adam tertidur?

Inilah alasannya. Seorang laki-laki jika dia kesakitan, maka dia akan membenci. Sebaliknya wanita, saat dia kesakitan, maka semakin bertambah sayang dan cintanya,, Seandainya Hawa diciptakan dari Adam saat Adam terjaga, pastilah Adam akan merasakan sakit keluarnya Hawa dari sulbinya, hingga dia membenci Hawa. Akan tetapi Hawa diciptakan dari Adam saat dia tertidur, agar Adam tidak merasakan sakit dan tidak membenci Hawa.

Berbeda dengan seorang wanita. Wanita akan melahirkan dalam keadaan terjaga, melihat kematian dihadapannya karena proses melahirkan itu, namun dia akan semakin sayang dan cinta kepada anak yang dilahirkan bahkan ia rela menebusnya dengan kehidupannya.

Sesungguhnya Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk yang bengkok yang tugasnya adalah melindungi Qalbu (jantung, hati nurani). Oleh karena itu, tugas Hawa adalah menjaga qalbu. Kemudian Allah menjadikan nya bengkok untuk melindungi qalbu dari sisi yang kedua. Sementara Adam diciptakan dari tanah, dia akan menjadi petani, tukang batu, tukang besi, dan tukang kayu. Wanita selalu berinteraksi dengan perasaaan, dengan hati, dan wanita akan menjadi seorang ibu yang penuh kasih sayang, seorang saudari yang penyayang, seorang putri yang manja, dan seorang istri yang penurut.

Dan wajib bagi Adam untuk tidak berusaha meluruskan tulang yang bengkok tersebut dengan paksa, seperti yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad SAW, â??jika seorang lelaki meluruskan yang bengkok tersebut dengan serta merta, maka dia akan mematahkannya.â?? Maksud nya adalah dengan kebengkokan tersebut adalah perasaan yang ada pada diri seorang wanita yang mengalahkan perasaan seorang laki-laki.

Karena itu wahai kaum Adamâ?¦ janganlah merendahkan perasaan Hawa, dia memang diciptakan seperti itu. Apabila seseorang wanita mengatakan dia sedang bersedih, tetapi dia tidak menitikkan airmata, itu berarti dia sedang menangis di dalam hatinya. Apabila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya, lebih baik beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu meminta maaf. Dan wanita sulit untuk mencari sesuatu yang dia benci pada orang yang paling dia sayang .

“Mitos Santa Claus dan Pelestarian Penjajahan”

JAN BREMMER, dalam buku Interpretations of Greek Mythology, (London: Routledge, 1988), mencatat, bahwa meskipun masyarakat Barat sudah tersekulerkan dan membuang hal-hal yang supranatural, namun mereka tetap memelihara cerita-cerita tertentu sebagai model perilaku dan ekspresi ideal negara. Meskipun berbeda, Masyarakat Barat memiliki banyak kesamaan dengan masyarakat Yunani. Sebagaimana masyarakat Yunani, mitos-mitos juga banyak menarik bagi masyarakat Barat. (Western secularised societies have nearly abolished the supernatural, but they usually still have their favorite (historical) tales that serve as models of behavior or are the expression of the country’s ideals. It is their relevance to Greek society that makes the mythoi still fascinating today, for however different the Greeks were from us, they were also very much the same).
Apakah yang dimaksud dengan Greek Mythology? David Bellingham, dalam buku An Introduction to Greek Mythology, (London: Quintet Publishing Ltd, 1989), membuat dekripsi sederhana tentang hal ini. Kata mitos (myth) berasal dari kata Yunani kuno “muthos” yang asalnya berarti “ucapan”, dan kemudian berarti “cerita oral atau tertulis”. Sedangkan “Legenda” (legend) biasanya terkait dengan peristiwa nyata, tetapi mengandung unsur-unsur yang terkait dengan mitos.  Salah satu legenda terkenal dalam tradisi Yunani adalah cerita tentang Perang Troya yang menceritakan kepahlawanan Achiles dan Agamemnon.

Pengaruh mitos-mitos Yunani terhadap masyarakat Barat dapat dilihat dari banyaknya istilah atau nama-nama yang diambil dari nama-nama dewa dalam mitologi Yunani, seperti Titans, Eros, Aether, Uranus, Electra, Hera, Apollo, Mars, Hermes. Apollo, yang dijadikan nama pesawat pertama Amerika Serikat ke bulan, adalah dipuja sebagai dewa rasional, dan diasosiasikan dengan budaya dan musik. Ia digambarkan sebagai pria tampan yang memiliki banyak affair dengan laki-laki maupun wanita. Menurut mitologi Yunani, Dewa Apollo dilahirkan di pulau Delos, yang hingga kini masih disucikan. Dalam perjalanannya ke Delphi, ia membunuh seekor ular besar yang disebut dengan ‘Python’. Hingga kini, di Delphi masih terdapat sisa-sisa kuil yang disebut sebagai kuil Dewa Apollo.
Hermes, anak Zeus, juga digambarkan memiliki banyak affair, seperti Apollo. Ia pun dikenal sebagai Dewa para pencuri. Ketika ia tumbuh besar, Zeus menjadikannya sebagai utusan para dewa. Hanya Hermes yang memiliki izin bebas lewat antara Gunung Olympus, dunia, dan ‘underworld’. Dari nama Hermes kemudian diambil istilah ‘hermeneutika’. Cerita-cerita dalam mitologi Yunani memang dipenuhi dengan unsur seksual dan perselingkuhan, baik diantara para dewa maupun antara dewa dengan manusia.

Mitos-mitos itu hidup di tengah masyarakat Yunani, meskipun sebagian mereka juga mengembangkan pemikiran tentang filsafat dan ilmu pengetahuan alam. Di masa modern, Barat pun mengembangkan mitos-mitos yang mirip dengan mitologi Yunani. Cerita tentang Superman dan Wonderwoman, misalnya, mirip  dengan cerita dalam mitologi Yunani. Wonderwomen yang diperkenalkan oleh Charles Moulton, identik dengan cerita Diana dalam mitologi Yunani. Superman, yang tidak dapat dilemahkan kecuali dengan Kryptonite Hijau, mirip dengan kehebatan Achilles yang tidak dapat dilukai kecuali pada tumitnya.

Bisa dibandingkan, bagaimana  produktifnya masyarakat Yunani dalam memproduksi mitos-mitos dengan masyarakat Barat dalam memproduksi berbagai mitos. Bisa disimak, bagaimana pesat dan berpengaruhnya industri film di Barat, yang pekerjaannya juga banyak memproduksi mitos-mitos dan legenda, yang ternyata begitu disukai masyarakat Barat. Film-film yang menjual mitos dan legenda,   semisal Ghost, Rambo, Robin Hood, Batman, Superman, Spiderman, dan sebagainya. Film Troy yang bercerita tentang legenda kepahlawanan Achiles dan Agammemnon, di masa Yunani kuno, laris manis diserbu penonton di gedung-gedung bioskop Kuala Lumpur. Penonton harus rela antri untuk dapat menikmati film yang dibintangi oleh Brad Pitt, Orlando Bloom, dan Eric Bana ini. Film Spiderman 2, juga bukan main hebatnya dalam menyerap penonton. Sampai-sampai penonton dilarang membawa handphone saat masuk ke dalam gedung bioskop.
Sementara, sampai 23 Juli 2004, film Spiderman 2 telah maraup keuntungan 15 juta USD (sekitar Rp 140 milyar), masih dibawah perolehan film legenda “Catwoman” yang maraup 16,7 juta USD. Film King Arthur, yang baru diedar bebarapa saat, sampai 23 Juli 2004, sudah maraup keuntungan 3,04 juta USD. Film The Passion of The Christ yang begitu kontroversial, berhasil meraup keuntungan 19,2 juta USD, sampai bulan Februari 2004. Film ini, meskipun didasarkan pada cerita Perjanjian Baru, tetapi juga dibumbui dengan berbagai cerita yang sulit diverifikasi kebenarannya. Film trilogi “The Lord of the Rings”, mampu maraup keuntungan lebih dari 2000 juta USD.

Santa Claus
Dalam tradisi masyarakat Barat, misalnya, juga sangat terkenal legenda dan mitos tentang Santa Claus dan Suartepit, dalam kaitan dengan Perayaan Natal atau kelahiran Jesus (Natus, natalis, dalam bahasa Latin berarti “kelahiran”).    Cerita ini sama sekali tidak ada kaitan dengan agama Kristen. Tetapi, toh, tetap mendominasi suasana Natal di Barat dan berbagai penjuru dunia lainnya. Setiap menjelang dan selama Natal, hotel-hotel, mal-mal memasang patung dan gambar Santa Claus, yang biasanya digambarkan dengan pakaian merah dan topi merah berjambul. Bahkan, tidak jarang, ramai orang ikut-ikutan berpakaian ala Santa Claus.

Cerita tentang Santa Claus sendiri sebenarnya tidak jelas benar. Konon, ia berasal dari seorang bernama Nicholas, dilahirkan di kota Lycia,  pelabuhan kuno di Patara (Asia Kecil). Nicholas digambarkan sebagai uskup yang ramah, suka menolong anak dan orang miskin. Namun, legenda Santo Nicholas juga bercampur dengan legenda lain tentang ‘pemberi hadiah’ dari kalangan kaum pagan yang memiliki kekuatan sihir yang menghukum anak-anak nakal dan memberi hadiah kepada anak-anak yang baik. Dia biasa menaiki kereta terbang yang ditarik rusa kutub. Namun, ada juga legenda tentang Sinterklaas yang menggambarkan orang tua berjanggut putih panjang berpakaian uskup menaiki kuda yang bisa terbang ke atap rumah, dibantu budaknya Swarte Piet.

Sinterklaas datang tanggal 5 Desember malam, ke rumah-rumah untuk memberi hadiah bagi anak-anak yang baik melalui cerobong asap. Gambaran Sinter Klaas, yang berkulit putih dan pemurah kepada anak-anak, bisa dijadikan sebagai bahan propaganda tentang kebaikan orang kulit putih. Sebaliknya, budak hitam Swarte Piet, pembantunya, budak berkulit hitam, digambarkan bersifat kejam, dan suka mencambuk anak-anak nakal. Karena sejarah kehidupan Nicholas tidak jelas, Paus Paulus VI menanggalkan perayaan Santo Nicholas dari kalender resmi gereja Roma Katolik pada tahun 1969.  Ada juga Santa Claus versi Amerika, yang berasal dari Kutub Utara. Santa Claus di AS adalah ciptaan dari Public Relation Manager untuk mempromosikan produk minuman tertentu. Karena orang Amerika tidak mau disebut rasis, maka Santa Claus di AS tidak ditemani oleh pembantunya yang berkulit hitam.

Banyak kalangan Kristen yang prihatin dengan kondisi Perayaan Natal yang lebih menonjolkan legenda dan mitos tentang Santa Claus, ketimbang sosok Jesus. Dalam situs Kristen (http://www.yabina.org/TanyaJawab/11/des_11.htm) ada pembaca yang bertanya, “Kalau kita sudah tahu perayaan Natal itu banyak legenda/mitosnya apakah tidak sebaiknya kita meniadakan perayaan Natal itu?”. Dijawab, “Benar harus diakui bahwa perayaan natal sudah banyak diisi legenda/mitos yang tidak ada hubungannya dengan Injil, apalagi perayaan natal sudah menjadi bisnis besar dan dikomersialisasikan oleh dunia sekuler sebagai saat belanja diakhir tahun, namun sekalipun banyak legenda/mitos yang dimasukkan dalam rangkaian perayaan natal tentu yang harus kita demitologisasikan adalah bungkus legenda/mitos itu dan bukan perayaan Natal itu sendiri yang sudah ada sebelum masuknya legenda/mitos Santa Claus itu. Soalnya perayaan Natal yang bersumber peristiwa di Bethlehem itu sudah dikenang pada hari Epifani tanggal 6 Januari dalam gereja yang kemudian ditahun 325 dipindah ke tanggal 25 Desember untuk menggantikan Hari Dewa Matahari. Natal bukan Hari Matahari karena sejak awal dalam perayaan Natal tidak ada unsur penyembahan Dewa Matahari itu, apalagi tidak ada perayaan minggu Saturnalia seperti yang dilakukan orang Romawi dulu ke dalam rangkaian perayaan Natal.”

Memang, sejatinya, bukan hanya figur Santa Claus dan Suartepit yang bersifat mitos. Perayaan Natal pada 25 Desember pun sarat dengan mitos-mitos dan pengaruh paganisme, sehingga terus memunculkan perdebatan panjang di kalangan kaum Kristen. Remi Silado, seorang budayawan Kristen, menulis sebuah kolom di majalah Gatra, (27 Desember 2003). Judulnya “Gatal di Natal”.
Ia menulis antara lain:

(1) “Sebab, memang tradisi pesta ceria Natal, yang sekarang gandrung dinyanyikan bahasa kereseh-reseh Inggris, belum lagi terlembaga. Sapaan Natal, “Merry Christmas” –dari bahasa Inggris Lama, Christes Maesse, artinya “misa Kristus”– baru terlembaga pada abad ke-16, dan perayaannya bukan pada 25 Desember, melainkan 6 Januari.”

(2) “Dengan gambaran ini, keramaian Natal sebagai perhitungan tahun Masehi memang berkaitan dengan leluri Barat, istiadat kafir, atau tradisi pagan, yang tidak berhubungan dengan Yesus sendiri sebagai sosok historis-antropologis bangsa Semit, lahir dari garis Ibrahim dan Daud, yang merupakan bangsa tangan pertama yang mengenal monoteisme absolut lewat Yehwah.”

(3) Saking gempitanya pesta Natal itu, sebagaimana yang tampak saat ini, karuan nilai-nilai rohaninya tergeser dan kemudian yang menonjol adalah kecenderungan-kecenderungan duniawinya semata: antara lain di Manado orang mengatakan “makang riki puru polote en minung riki mabo” (makan sampai pecah perut dan minum sampai mabuk).

(4) “Demikianlah, soal Natal sekali lagi merupakan gambaran pengaruh Barat, dan persisnya Barat yang kafir, yang dirayakan dengan keliru.” tajam terhadap budaya Natal dari kalangan Kristen itu sebenarnya sudah banyak dilakukan. Seorang pendeta bernama Budi Asali M.Div., menulis artikel panjang tentang Natal berjudul Pro-Kontra Perayaan Natal, dan disebarluaskan melalui jaringan internet. Pendeta ini membuka tulisannya dengan ungkapan: “Akhir-akhir ini makin banyak orang-orang kristen yang menentang perayaan Natal, dan mereka menentang dengan cara yang sangat fanatik dan keras, dan menyerang orang-orang kristen yang merayakan Natal. Kalau ini dibiarkan, maka Natal bisa berkurang kesemarakannya, dan menurut saya itu akan sangat merugikan kekristenan. Karena itu mari kita membahas persoalan ini, supaya bisa memberi jawaban kepada orang-orang yang anti Natal.”

Jelas, banyak kalangan Kristen yang “anti-Natal”, meskipun mereka tenggelam oleh gegap gempita peringatan Natal, yang begitu gemerlap. Di Malaysia, 27 Desember 2003, ada perayaan Natal Bersama di Lapangan Olahraga Kinabalu, Sabah, yang dihadiri ratusan ribu orang. Selain ada pawai lampion, nyanyi-nyanyi lagu-lagu Natal, ada juga acara peragaan busana batik, yang dilakukan oleh beberapa peserta lomba ratu kecantikan dari berbagai negara. Acara ini disiarkan langsung oleh TV1 Malaysia. Seperti halnya di berbagai belahan dunia lainnya, sosok Santaklaus sudah jauh lebih popular daripada sosok Jesus. Pohon cemara yang sulit dicari di Palestina, sudah menjadi simbol Natal.

Sebenarnya, jika ditelusuri, kisah Natal itu sendiri sangat menarik. Bagaimana satu tradisi kafir (pagan) di wilayah Romawi kemudian diadopsi menjadi tradisi keagamaan Kristen. Banyak literatur menyebutkan, bahwa tanggal 25 Desember memang merupakan hari peringatan Dewa Matahari yang di Romawi dikenal sebagai Sol Invictus. Setelah Constantine mengeluarkan the Edict of Milan, pada 313 M, maka ia kemudian mengeluarkan sejumlah peraturan keagamaan yang mengadopsi tradisi pagan. Pada 321, ia memerintahkan pengadilan libur pada hari “Hari Matahari” (sun-day), yang dikatakan sebagai “hari mulia bagi matahari”. Sebelumnya, kaum Kristen – sama dengan Yahudi – menjadikan hari Sabbath sebagai hari suci. Maka, sesuai peraturan Konstantine, hari suci itu diubah, menjadi Sunday. Sampai abad ke-4 M, kelahiran Jesus diperingati pada 6 Januari, yang hingga kini masih dipegang oleh kalangan Kristen Ortodoks tertentu. Namun, kemudian, peringatan Hari Kelahiran Jesus diubah menjadi 25 Desember.

Ada sebagian kalangan Kristen yang berargumen, bahwa tanggal 25 Desember itu diambil supaya perayaan Natal dapat menyaingi perayaan kafir tersebut.
Tetapi, apa yang terjadi sekarang, tampaknya seperti yang dikatakan oleh Remi Silado, bahwa perayaan Natal sudah didominasi oleh tradisi perayaan kaum kafir. Maka, muncullah, di kalangan Kristen, gerakan untuk menentang perayaan Natal pada 25 Desember. Apalagi ada yang kemudian melihat, penciptaan tokoh Sinterklass, sebenarnya merupakan bagian dari rekayasa Barat untuk melanggengkan hegemoni imperialistiknya, yakni ingin menciptakan image, bahwa Barat adalah dermawan, baik hati, suka bagi-bagi hadiah, seperti Sinterklas itu. Begitulah bagian dari tradisi Kristen Barat.

Mencermati perilaku masyarakat Barat itu tampaknya pernyataan Jan Bremmer perlu digarisbawahi: It is their relevance to Greek society that makes the mythoi still fascinating today, for however different the Greeks were from us, they were also very much the same”. 

Bagaimana sikap Muslim?
Dalam al-Quran surat Maryam disebutkan bahwa: “Dan mereka berkata: Tuhan Yang Maha Pemurah itu mempunyai anak. Sesungguhnya (kalian yang menuduh Allah punya anak itu) telah melakukan perbuatan yang sangat mungkar (syaian iddan). Dan Allah berfirman dalam al-Quran: “Hampir-hampir langit runtuh dan bumi terbelah serta gunung-gunung hancur. Bahwasannya mereka menuduh Allah Yang Maha Pemurah itu mempunyai anak.” (QS 19:88-91).

Dalam buku Konsili-konsili Gereja karya Norman P. Tanner, (hlm. 36-37), ditulis apa yang disebut ”Syahadat Nicea”:  “Kami percaya pada satu Allah, Bapa Yang Mahakuasa, Pencipta segala yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Dan pada satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah, Putra Tunggal yang dikandung dari Allah, yang berasal dari hakikat Bapa, Allah dari Allah, terang dari terang, Allah benar dari Allah Benar, dilahirkan tetapi tidak diciptakan, sehakikat dengan Bapa, melalui dia segala sesuatu menjadi ada…”

Sedangkan dalam buku “Tanya Jawab Syahadat Iman Katolik disebutan juga teks ”syahadat Katolik”: “Kami percaya akan satu Allah, Bapa yang Mahakuasa, Pencipta hal-hal yang kelihatan dan tak kelihatan, Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Sang Sabda dari Allah, Terang dari Terang, Hidup dari Hidup, Putra Allah yang Tunggal Yang pertama lahir dari semua ciptaan, Dilahirkan dari Bapa, Sebelum segala abad … “ (Alex I. Suwandi PR, Tanya Jawab Syahadat Iman Katolik, (Yogyakarta: Kanisius, 1992), hlm. 9-10). (Medan, 13 Desember 2014, kisah tentang Mitologi Barat dikutip dari Adian Husaini, Wajah Peradaban Barat, (Jakarta: GIP, 2005).*

Penulis adalah Ketua Program Magister dan Doktor Pendidikan Islam—Universitas Ibn Khaldun Bogor. Catatan Akhir Pekan (CAP) hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah.com


Muhammad Luthfi Nurfakhri, CIPTAKAN ALAT UNTUK BANTU PETANI, LUTHFI JADI JUARA SAINS DUNIA

CIPTAKAN ALAT UNTUK BANTU PETANI, LUTHFI JADI JUARA SAINS DUNIA 

Penggunaan pupuk yang tidak optimal berdampak pada hasil padi yang kurang berkualitas. Berangkat dari masalah ini seorang siswa kelas 2 SMAN 1 Bogor, Muhammad Luthfi Nurfakhri, tergerak untuk menciptakan sebuah alat yang secara konseptual merevolusi metode Bagan Warna Daun (BWD) yang lazim digunakan oleh petani. Alat tersebut diberi nama Digital Leaf Colour Chart (DLCC/Bagan Warna Daun Digital).

Alat yang dikembangkannya ini menggunakan fototransistor yang bisa mendeteksi warna daun padi. Cara kerjanya, hanya dengan menempelkan alat sensor seperti barcode ke daun padi, maka akan tampil pada layar DLCC tampilan keperluan ukuran pupuk yang harus disebarkan dalam hitungan kilogram per hektar.

Alat ini tak hanya bermanfaat bagi petani, namun berhasil menyabet juara tiga pada kompetisi International Science and Engineering Fair (ISEF). Acara yang dihelat produsen chip Intel ini berlangsung 14-18 Mei 2012 lalu di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. Nama Luthfi terpilih di urutan tiga besar dari 1.549 finalis yang berasal dari 70 negara. Didukung LIPI, kini remaja kelahiran 6 Oktober 1995 ini sedang menantikan hak paten DLCC rampung, sehingga bisa diproduksi dalam jumlah besar untuk keperluan para petani di Tanah Air dan dijual ke luar negeri.

Penemu Plastik

      Leo Hendrik Baekeland, seorang ahli kimia warga Amerika berkebangsaan Belgia. Baekeland lahir di Ghent, Belgia, pada tanggal 14 November 1863. Bakelit, yang penamaannya diambil dari nama Baekeland ini sebenarnya bukanlah temuan yang pertamanya karena sebelumnya ia sudah menemukan kertas foto yang dinamakan Velox. Baekeland seorang pelajar yang cerdas. Ia suka ngulik, mengutak-atik, mencoba-coba segala sesuatu.

          Ia telah mendapat gelar doktor dengan predikat maxima cum laude. Kemudian ia mengajar di universitas tersebut sampai tahun 1889. Baekeland memiliki hobi bepergian dan memotret. Ia sering melakukan perjalanan ke luar negeri seperti ke Prancis dan Inggris. Pada tahun 1889, ia mendapat beasiswa untuk belajar di Amerika Serikat selama tiga tahun. Beasiswa yang sebenarnya untuk tiga tahun tersebut malah diputuskannya untuk menetap di Amerika Serikat sampai ia ganti kewarganegaraan.

          Karena hobinya yang suka memotret, kemudian ia mendapat pekerjaan di perusahaan fotografi. Pada saat itu, untuk mencetak gambar negatif film pada kertas harus menggunakan sinar matahari. Baekeland berpikir akan ketidakpraktisan hal itu. Terutama jika harus mencetak pada malam hari atau saat cuaca sedang hujan dan sinar matahari tidak ada. Dalam waktu yang singkat ia berhasil menciptakan kertas foto yang dinamakan Velox. Dengan kertas ini, tanpa sinar matahari pun film dapat diproses dan sebagai pengganti sinar matahari adalah dengan menggunakan lampu. Untuk mendukung penemuannya, pada tahun 1893 ia mendirikan pabrik kertas foto yang diberi nama Nepera Chemical Company (Perusahaan Kimia Nepera). Tetapi, perusahaan tersebut tidak berumur panjang. Enam tahun kemudian ia menjual perusahaan tersebut seharga satu juta dolar kepada Eastman, penemu kamera.

      Tahun 1905, Baekeland mulai mengadakan penelitian. Dua tahun kemudian ia "menyulap" sebuah bangunan yang tadinya berupa gudang menjadi sebuah laboratorium yang terletak di Yonkers, New York. Biaya pembangunannya menggunakan sebagian uang hasil penjualan perusahaan kimianya. Di laboratorium inilah ia mulai meneliti bahan pembentuk bakelit.

       Baekeland mereaksikan dua jenis bahan kimia yaitu formaldehid (H2CO) yaitu sejenis bahan pengawet dan fenol (C6H5OH) yaitu sejenis bahan pembasmi kuman. Dengan hati-hati ia memanaskannya, mengontrol suhu dan tekanannya. Hasilnya, terbentuklah suatu bahan baru yang dapat dibengkokkan, dipilin, dan dibuat berbagai bentuk. Ia menamainya bakelite (bakelit). Bakelit ini merupakan kopolimer yaitu polimer hasil reaksi monomer-monomer yang lebih dari atu jenis. Polimer merupakan senyawa dengan massa molekul besar yang terbentuk dari gabungan molekul-molekul sederhana (monomer-monomer).

        Tahun 1910 Baekeland mendirikan pabrik plastik sekaligus menjadi direktur utamanya sampai tahun 1939. Bakelit atau plastik tahan panas ini mulai diperkenalkan kepada masyarakat umum. Awalnya plastik digunakan untuk membuat kotak radio, kancing, bola biliar, dan beberapa jenis barang lainnya. Tetapi, berbeda dengan sekarang, di mana hampir semua barang yang kita temui terbuat dari plastik. Baekeland meninggal dunia pada tanggal 23 Februari 1944 saat usia 81 tahun di Beacon, New York, AS.

beekland