Showing posts with label Dampak Positif & Negatif Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Dampak Positif & Negatif Teknologi. Show all posts

Cara Jadikan HP Android Anda Menghasilkan Uang




Anda punya android nganggur?
pengen dapat duit dari gadget android anda ke Paypal / steam wallet / Amazon Gift card?
lumayan 1-2 dolar perhari buat yang punya HP android, tapi dianggurin tuh android mending dapat duit kan dan bisa nambah uang pulsa
 Penasaran?
Caranya?

1. Download aplikasi whaff : Install Waff Disini
2. Selesai download login via FB dan masukan kode GN52349  biar dapat bonus dolar pertama kali.
3. Kerjakan task/fitur di bagian premium picks dan whaff picks (download app, watch video, dll)
4. setelah di install uninstall aja lagi balik biar gak buat sema di HP
5. hanya itu saja
6. Earning nya bisa dicairkan via paypal/ steam wallet atau pembayaran lainnya yang di support whaff setelah terkumpul 10 dola

saya sudah coba, hanya saja belum cukup 10 dolar! 

apai utu HSPA, GPRS, HSPA, EDGE dan 3G


Berikut ini adalah istilah yang biasa kita dengar tapi kita tidak tahu apa artinya, nah berikut ini penjelasannya Semoga bermanfaat : 
1. GPRS (Global Package Radio Service)
Yaitu teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data dalam bentuk paket data yang berkaitan dengan e-mail, data gambar, dan penelusuran internet. GPRS yang juga disebut teknologi 2.5G merupakan evolusi dari teknologi 1G dan 2G sebelumnya. Layanan GPRS tersebut dapat dipasang pada jenis ponsel tipe GSM dan IS-136. Di Indonesia, GPRS diperkenalkan pada tahun 2001 saat penyedia jaringan seperti IM3 mempromosikannya. Idealnya jaringan GPRS memiliki kecepatan mulai dari 56 kbps sampai 115 kbps, namun kenyataannya, hal tersebut tergantung dari faktor-faktor seperti konfigurasi dan alokasi time slot pada level BTS, software yang digunakan, dan dukungan fitur dan aplikasi ponsel yang digunakan.
2. EDGE (Enhance Data rates for Global Evolution)
yaitu kelanjutan evolusi dari GSM dan IS-136 dengan tujuan pengembangan teknologi untuk meningkatkan kecepatan transmisi data, efisiensi spektrum, dan memungkinkannya penggunaan aplikasi-aplikasi baru serta meningkatkan kapasitas. Jaringan EDGE juga disebut sebagai teknologi 2.75G diperkenalkan pertama kali oleh Cingular (sekarang AT&T) di Amerika Serikat pada tahun 2003. Jaringan EDGE pada idealnya memiliki kecepatan mencapai 236 kbps.
3. Teknologi 3G (Third-Generation Technology)
yaitu teknologi evolusi dari generasi sebelumnya yang memiliki kapasitas pengiriman dan penerimaan dari lebih besar dan lebih cepat. Oleh karena itulah, teknologi ini dapat digunakan untuk melakukan video call. Teknologi 3G sering juga disebut dengan mobile broadband karena keunggulannya sebagai modem untuk internet yang bersifat portable. Perkembangan 3G secara komersial dimulai pada tahun 2001 di Jepang oleh NTTDoCoMo yang kemudian disusul oleh Korea Selatan pada tahun 2002. Idealnya teknologi ini memiliki kecepatan transfer data pada level minimum 2Mbps pada pengguna yang berada pada posisi diam ataupun berjalan kaki, dan 384 kbps pada pengguna yang berada di dalam kendaraan yang sedang berjalan.
4. HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access)
yaitu teknologi yang disempurnakan dari teknologi sebelumnya yang juga dapat disebut 3.5G, 3G+ atau Turbo 3G yang memungkinkan jaringan berbasis Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) memiliki kecepatan dan kapasitas transfer data yang lebih tinggi. Penggunaan HSDPA saat ini menyokong kecepatan penelusuran dari 1.8, 3.6, 7.2 hingga 14 Mpbs. Oleh karena itulah jaringan HSDPA ini sangat memungkinkan untuk digunakan sebagai modem internet pada computer ataupun notebook. Pemasaran HSDPA dalam bentuk modem yang digunakan sebagai koneksi mobile broadband baru diperkenalkan pada tahun 2007. Pada Agustus tahun 2009, 250 jaringan HSDPA secara komersial telah meluncurkan layanan mobile broadband di 109 negara.
5. High-Speed Uplink Packet Access (HSUPA)
HSUPA adalah salah satu protokol ponsel yang memperbaiki proses uplink atau penaikkan data dari perangkat ke server (unggah) yang mencapai 5,76 Mbit/s. Dengan kecepatan ini, pengguna dapat lebih mudah mengunggah tulisan, gambar, maupun video ke blog pribadi ataupun situs seperti YouTube hanya dalam waktu beberapa detik saja. HSUPA juga dapat mempermudah melakukan video streaming dengan kualitas DVD, konferensi video, game real-time, e-mail, dan MMS.
Saat terjadi kegagalan dalam pengiriman data, HSUPA dapat melakukan pengiriman ulang. Tingkat kecepatan pengiriman juga dapat disesuaikan dengan keadaan ketika terjadi gangguan jaringan transmisi.HSUPA diluncurkan secara komersial pertama kali pada awal tahun 2007.
6. High-Speed Packet Access (HSPA)
yaitu koleksi protokol telepon genggam dalam ranah 3,5G yang memperluas dan memperbaiki kinerja protokol Universal Mobile Telecommunications System (UMTS). High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA), High-Speed Uplink Packet Access (HSUPA), dan High Speed Packet Access+ (HSPA+) adalah bagian dari keluarga High-Speed Packet Access (HSPA).
HSPA merupakan hasil pengembangan teknologi 3G gelombang pertama, Release 99 (R99). Sehingga HSPA mampu bekerja jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan koneksi R99. Terkait jaringan CDMA, HSPA dapat disejajarkan dengan Evolution Data Optimized (EV-DO) yang merupakan perkembangan dari CDMA2000.
Jaringan HSPA sebagian besar tersebar pada spektrum 1900 MHz dan 2100 MHz namun beberapa berjalan pada 850 MHz. Spektrum yang lebih besar digunakan karena operator dapat menjangkau area yang lebih luas serta kemampuannya untuk refarming dan realokasi spektrum UHF.
HSPA menyediakan kecepatan transmisi data yang berbeda dalam arus data turun (downlink) dan dalam arus naik (uplink), terkait standar pengembangan yang dilakukan Third Generation Partnership Project (3GPP). Perkembangan lanjutan HSPA dapat semakin memudahkan akses ke dunia maya karena sarat fitur rapi dan canggih sehingga dapat mengurangi biaya transfer data per megabit.
Pada tahun 2008 terdapat lebih dari 32 juta koneksi HSPA di dunia. Hal ini bertolak belakang dengan akhir kuartal pertama 2007 yang hanya berjumlah 3 juta. Pada tahun yang sama, sekitar 80 negara telah memiliki layanan HSPA dengan lebih dari 467.000 jenis perangkat HSPA yang tersedia di seluruh dunia, seperti perangkat bergerak, notebook, data card, wireless router, USB Modem.
7. High Speed Packet Access+ (HSPA+)
HSPA+ atau disebut juga Evolusi HSPA adalah teknologi standar pita lebar nirkabel yang akan hadir dengan kemampuan pengiriman data mencapai 42 Mbit/s untuk downlink dengan menggunakan modulasi 64QAM dan 11 Mbit/s untuk uplink dengan modulasi 16QAM.
Pengembangan lainnya pada HSPA+ adalah tambahan penggunaan antena Multiple Input Multiple Output (MIMO) untuk membantu peningkatan kecepatan data. HSPA+ memberikan pilihan berupa arsitektur all-IP (Internet Protocol) yang dapat mempercepat jaringan serta lebih murah dalam penyebaran dan pengendaliannya. Sampai Agustus 2009, terdapat 12 jaringan HSPA+ di dunia dengan kecepatan downlink mencapai 21 Mbit/s. Pelopornya adalah Telstra di Australia pada akhir 2008. Sedangkan jaringan untuk kecepatan 28Mbit/s telah hadir untuk pertama kalinya di dunia dengan Italia sebagai negara perintisnya.
8. Evolution Data Optimized (EV-DO)
EVDO, juga dikenal dengan EV-DO, 1xEvDO dan 1xEV-DO merupakan sebuah standart pada wireless broadband berkecepatan tinggi. EVDO adalah singkatan dari “Evolution, Data Only” atau “Evolution, Data optimized”. Istilah resminya dikeluarkan oleh Assosiasi Industri Telekomunikasi yaitu CDMA2000, merupakan interface data berkecepatan tinggi pada media udara. EVDO satu dari dua macam standar utama wireless Generasi ke-3 atau 3G. adapun standart yang lainnya adalah W-CDMA.
Kelebihan EVDO dibandingkan CDMA biasa, tentu lebih mengirit spektrum frekuensi dari regulator dan amat mahal pastinya, menurunkan biaya pengembangan dan memanfaatkan jaringan baru. di amerika EVDO dipakai oleh Verizon dan Sprint,di Korea Juga digunakan. Saat artikel ini dibuat EVDO tidak terlalu berpengaruh di pasar Eropa dan Sebagian besar Asia karena di Wilayah tersebut telah memilih 3G sebagai pilihan mereka. Namun Demikian di Indonesia telah ada beberapa operator yang memakai teknologi EVDO.

Semoga Bermanfaat!

Jim Geovedi, Peretas (Hacker) Paling Berbahaya Di Dunia Dari Indonesia





Tahukah Anda, ternyata Indonesia memiliki Putra Bangsa yang cukup disegani di dunia. Jim Geovedi (lahir 28 Juni 1979) adalah seorang pakar keamanan teknologi informasi ternama asal Indonesia yang berfokus pada penemuan celah keamanan komputer dan jaringan dengan kekhususan sistem telekomunikasi dan satelit. BBC News menjulukinya sebagai sosok yang “tidak mirip seperti penjahat Bond, tetapi memiliki sejumlah rahasia yang akan mereka kejar habis-habisan”

Bisa dibilang Jim Geovedi adalah seorang peretasAntara Hacker dan Cracker. Baca Selengkapnya ... » (hackerSitus Pemerintah Kanada dan Chili di Bobol Bocah 12 Tahun, Kerugian Mencapai 660 Juta Rupiah. Baca Selengkapnya ... ») paling berbahaya didunia. Julukan tersebut tidak terlalu berlebihan, pasalnya sejumlah aksi dan sepak terjangnya didunia keamanan teknologi informasi sudah diakui dunia.

Pada masa ketika nyaris semua informasi dan manusia terkoneksi, jika dia mau, Jim bisa saja keluar masuk melihat percakapan Anda di dunia maya.

Lebih dari itu, dia bisa saja mencuri data-data penting seperti lalu lintas transaksi bank, laporan keuanganPenetapan UMP 2014 Di Beberapa Provinsi. Baca Selengkapnya ... » perusahaan atau bahkan mengamati sistem pertahanan negara.

“Kalau mau saya bisa mengontrol internet di seluruh Indonesia,“ kata Jim dalam percakapan dengan Deutsche Welle. Menurut pengamat IT Enda Nasution, dia mengaku percaya Jim Geovedi memang bisa melakukan itu.

Wartawan Deutsche Welle pun memilih percaya dan tidak mau menantang Jim untuk membobol situs Deutsche Welle.
Dia adalah hacker Indonesia dengan reputasi global. Berlin, Amsterdam, Paris, Torino, hingga Krakow adalah tempat-tempat dimana Jim menjadi pembicara pertemuan hacker internasional yang sering dibalut dengan nama seminar sistem keamanan. Dalam sebuah pertemuan hacker dunia, Jim memperagakan cara meretas satelit. Benar sekali, Jim bisa mengubah arah gerak atau bahkan menggeser posisi satelit. Keahliannya ini bisa anda lihat di Youtube.

Sejak 2012, Jim Geovedi pindah ke London dan mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi informasi bersama rekannya. Dia menangani para klien yang membutuhkan jasa pengamanan sistem satelit, perbankan dan telekomunikasi. Dua tahun terakhir, dia mengaku tertarik mengembangkan artificial intelligence komputer.

Tapi Jim Geovedi menolak disebut ahli. Dalam wawancara, Jim lebih suka menganggap dirinya “pengamat atau kadang-kadang partisipan aktif dalam seni mengawasi dari tempat yang jauh dan aman.“
Jim bukan lulusan sekolah IT ternama. Lulus SMA, Jim menjalani kehidupan jalanan yang keras di Bandar Lampung sebagai seniman grafis. Beruntung seorang pendeta memperkenalkan dia dengan komputer dan internet. Sejak itu, Jim Geovedi belajar secara otodidak menelusuri ruang-ruang chatting para hacker dunia.

Berikut wawancara Deutsche Welle dengan Jim Geovedi.

Deutsche Welle
Apa saja yang pernah anda hack?
Jim Geovedi
Saya tidak pernah menghack…kalaupun ya, saya tidak akan mengungkapkannya dalam wawancara, hehehe. Tapi saya banyak dibayar untuk melakukan uji coba sistem keamanan. Saya punya konsultan perusahaan keamanan untuk menguji aplikasi dan jaringan. Klien saya mulai dari perbankan, telekomunikasi, asuransi, listrik, pabrik rokok dan lain-lain.
Deutsche Welle
Bagaimana anda membangun reputasi sebagai hacker?
Jim Geovedi
Saya tidak memulai dengan menghack sistem, kemudian setelah terkenal membuka identitas dan membangun bisnis sistem keamanan. Sejak awal, saya lebih banyak bergaul dengan para hacker dunia ketimbang Indonesia, dan dari sana saya sering diundang menjadi pembicara seminar atau diwawancara media internasional. Beberapa tahun setelah itu saya mulai diperhatikan di Indonesia. Tahun 2004, saya diminta membantu KPU (saat itu data pusat penghitungan suara Pemilu diretas-red) yang kena hack. Saya disewa untuk mencari tahu siapa pelakunya (seorang hacker bernama Dani Firmansyah akhirnya ditangkap-red). Ketika wireless baru masuk Indonesia tahun 2003, saya sudah diminta menjadi pembicara di Kuala Lumpur tentang bahaya sistem itu. Tahun 2006, saya diminta menjadi pembicara isu sistem keamanan satelit, dan itu yang mungkin membuat nama saya naik.
Deutsche Welle
Apakah anda bisa menghack satelit?
Jim Geovedi
Ya bisa, satelit itu sistemnya cukup unik. Orang yang bisa mengontrol satelit harus tahu A sampai Z tentang isi satelit. Dan satu-satunya cara adalah anda harus masuk ke ruang operator atau berada dalam situasi kerja sang operator (dengan meretasnya-red). Dari sana anda akan memahami semua hal: satelit ini diluncurkan kapan, bagaimana cara kontrol, sistem apa yang digunakan. Setelah itu anda akan bisa memahami: oh di sini toh kelemahan sistemnya. Itu semua total insting. Semakin sering anda mempelajari kasus, jika berhadapan dengan kasus lain, anda akan bisa melihat adanya kesamaan pola. Kalau anda sudah melihat kesamaan pola, maka anda akan tahu.
Deutsche Welle
Satelit mana saja yang pernah anda hack?
Jim Geovedi
Hahaha…saya harus berada di lingkungan operatornya.
Deutsche Welle
Tapi anda bisa masuk ke lingkungan itu dari jarak jauh (meretas-red) kan?
Jim Geovedi
Hahaha, untuk satu atau dua kasus itu bisa dilakukan.
Deutsche Welle
Satelit mana yang anda hack?
Jim Geovedi
Itu satelit klien saya hahaha…satelit Indonesia dan satelit Cina.
Deutsche Welle
Apa yang anda lakukan dengan satelit itu?
Jim Geovedi
Saat itu saya diminta menguji sistem keamanan kontrol satelit, dan saya melihat: oh ini ada kemungkinnan untuk digeser atau dirotasi sedikit… lalu ya saya geser…dan itu membuat mereka panik karena agak sulit mengembalikan satelit itu ke orbit. Untung mereka punya bahan bakar ekstra. Mereka bilang: oke cukup jangan diteruskan. Satelit yang dari Cina bisa saya geser tapi kalau yang dari Indonesia saya ubah rotasinya.
Deutsche Welle
Dengan kemampuan seperti ini, bagaimana anda mengatasi godaan?
Jim Geovedi
Kalau mau, saya bisa mengontrol internet seluruh Indonesia. Saya bisa mengalihkan traffic (lalu lintas data-red), saya bisa mengamati traffic yang keluar ataupun masuk Indonesia. Saya bisa memodifikasi semua transaksi keuanganPenetapan UMP 2014 Di Beberapa Provinsi. Baca Selengkapnya ... »…dengan kapasitas saya itu mungkin saja dilakukan. Tapi buat apa? Saya termasuk orang yang bersyukur atas apa yang saya punya. Saya nggak punya interest berlebihan soal materi.

Antara Hacker dan Cracker



Saat ini peretasJim Geovedi, Peretas (Hacker) Paling Berbahaya Di Dunia Dari Indonesia. Baca Selengkapnya ... » memiliki citra negatif, ujar Dr. Martin Mink, pakar untuk keamanan teknologi informatika di Universitas Teknik Darmstadt. Padahal seorang “hackerMerespon Aksi Penyadapan, 100 Situs Australia Berhasil Dilumpuhkan Hacker Indonesia. Baca Selengkapnya ... »” dulunya tidak kriminal. “Secara umum peretasJim Geovedi, Peretas (Hacker) Paling Berbahaya Di Dunia Dari Indonesia. Baca Selengkapnya ... » adalah seseorang yang secara intensif mengurus suatu hal atau memahami suatu hal dengan baik.”

Jadi peretasJim Geovedi, Peretas (Hacker) Paling Berbahaya Di Dunia Dari Indonesia. Baca Selengkapnya ... » sebenarnya hanya ingin bermain, menguji batas-batas kemampuan, mencoba sesuatu yang baru. Sebenarnya “cracker”, atau penghancurlah, yang memata-matai orang dan menyebabkan kerugian, jelas Dr. Martin Mink. Bagaimana orang mencuri data dan menerobos sistem sudah diajarkan di Universitas Teknik Darmstad sejak lebih dari 10 tahun lalu. Tetapi untuk tujuan bagus. Dr. Martin Mink mengajar mata kuliah “cracker”, di mana mahasiswa berusaha memecahkan kode pengaman dan menerobos sistem penjagaan.

Lalu bagaimana jika peretas melakukan sesuatu yang ilegal, menjadi Robin Hood dalam dunia digital, dan melumpuhkan situs sebagai protes, tetapi bagi tujuan yang baik? Pada kenyataannya, aktivitas “hackerMerespon Aksi Penyadapan, 100 Situs Australia Berhasil Dilumpuhkan Hacker Indonesia. Baca Selengkapnya ... »” dan “cracker” tidak dapat dibeda-bedakan dengan mudah. Mereka menerobos sistem untuk mencapai tujuan politik dan menyuarakan pendapat.

Prof. Dr. Hartmut Pohl, pengajar mata kuliah Cracker di Hochschule Bonn-Rhein-Sieg yang juga menjadi juru bicara kelompok kerja “Datenschutz und IT-Sicherheit” (Perlindungan Data dan Keamanan Teknologi Informatika) pada perhimpunan Gesellschaft für Informatik e.V. (Masyarakat untuk Informatika) mengemukakan, “Kita tidak boleh sewenang-wenang di internet dan melupakan semua tata krama, atau peraturan, atau undang-undang.”

Baginya, undang-undang kriminal menetapkan kriteria “hackerMerespon Aksi Penyadapan, 100 Situs Australia Berhasil Dilumpuhkan Hacker Indonesia. Baca Selengkapnya ... »” dan “cracker“. Pasal 202 dalam undang-undang kriminal Jerman menyatakan: “Orang yang secara tidak sah mengambil data yang tidak berhak diambil untuk dirinya maupun orang lain, juga data yang secara khusus dijaga keamanannya, dengan cara menerobos penjagaan, dapat diancam penjara hingga tiga tahun atau denda.”

 Tingkatan (Level) Hacker Dari Segi Kemampuan Meretas Sistem 



Kata HackerSitus Pemerintah Kanada dan Chili di Bobol Bocah 12 Tahun, Kerugian Mencapai 660 Juta Rupiah. Baca Selengkapnya ... » mungkin sudah tidak asing lagi di era teknologi modern saat ini. Peretas atau juga disebut hacker (dalam bahasa inggris) adalah orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan. Pada beberapa kasus, hackerSitus Pemerintah Kanada dan Chili di Bobol Bocah 12 Tahun, Kerugian Mencapai 660 Juta Rupiah. Baca Selengkapnya ... » biasanya diidentikkan dengan hal-hal yang bersifat kriminal di dunia maya (cyber crime). Level hacking (peretasan) dikelompokkan pada tingkat kesulitan pada tiap-tiap aktivitas peretasan tersebut. Ada 5 level atau tingkatan HackerSitus Pemerintah Kanada dan Chili di Bobol Bocah 12 Tahun, Kerugian Mencapai 660 Juta Rupiah. Baca Selengkapnya ... » yang dikategorikan dari segi kemampuan meretas sebuah sistem. Berikut penjelasannya.



1. Lamer
Lamer adalah level hacker tingkat dasar. Pada level ini, hacker menggunakan perangkat lunak trojan, nuke, dan DoS. Mereka adalah orang tanpa pengalaman dan pengetahuan yang ingin menjadi hacker (wanna-be hacker). Mereka biasanya membaca atau mendengar tentang hacker dan ingin menjadi seperti mereka.
2. Script Kiddie
Seperti juga Lamer, pada level ini mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal. Biasanya tidak lepas dari GUI (Graphic User Interface) . Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti dan menyusahkan pengguna Internet.
3. Developed Kiddie
Level Developed Kiddie ini biasanya aktiv mempelajari dunia hacking. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil. Umumnya mereka masih menggunakan GUI (Graphic User Interface) dan baru belajar hal dasar dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
4. Semi Elite
Pada Level ini, hacker mempunyai kemampuan dan pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi termasuk kelemahannya(vulnerability). Biasanya mereka memiliki sebuah program yang dipakai untuk mengeksploitasi sebuah sistem. Banyak publikasi serangan yangd dilakukan oleh hacker tingkat ini.
5. Elite
Ini adalah level tertinggi dari seorang hacker. Hacker Elite merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka memahami sistem operasi Onside maupun Outside, mampu mengkonfigurasi dan menyambungkan jaringan secara global. Mereka biasanya efisien & terampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman yang dapat memasuki sistem tanpa terdeteksi, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data yang ditemui. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.

Itulah 5 level atau tingkatan dalam dunia hacker. Di level manakah Anda?
Hacker bukan sekedar kemampuan untuk membobol sebuah sistem kemudian mengacak-acak isi didalamnya. Namun kreatifitas dan kemampuan “menganalisa” sebuah sistem yang tidak dimiliki semua orang. Jika Anda mempunyai kemampuan hacking, gunakanlah ilmu Anda untuk hal-hal yang positif.

Sumber : Wikipedia